Jumat, 05 Agustus 2011
Senin, 06 Desember 2010
PTK tentang Teka Teki Silang ( TTS )
ABSTRAK
Dikalangan siswa pada saat ini pelajaran Pengetahuan Sosial tidak begitu menarik untuk dipelajari, minat dan kreatif siswa terhadap pelajaran tersebut rendah. Setuasi demikian disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya perhatian pemerintah yang kurang terhadap pelajaran tersebut dibandingkan dengan pelajaran lain, minat baca para siswa yang kurang diera belakangan ini, dan kurang kreatifnya guru dalam mengemas pembelajaran.
Mencari solusi terhadap hal di atas adalah sesuatu yang menjadi tanggung jawab pihak terkait. Maka dalam hal ini guru harus cerdas menciptakan suatu metoda baru yang mengubah segala paradikma belajar sehingga minat siswa belajar Pengetahuan Sosial kembali tumbuh sesuai dengan harapan.
Penelitian ini mengangkat permasalahan dengan metoda permainan Teka Teki Silang dapat meningkatkan minat belajar siswa untuk belajar Pengetahuan Sosial. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan, 1).minat belajar siswa. 2) kualitas pembelajaran pengetahuan sosial, 3) Minat dan kreatif siswa dalam belajar pengetahuan sosial.4) Keberanian siswa dalam mengkomunikasikan ide dan gagasan.5) Kebermaknaan suatu proses pembelajaran.
Metoda penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( Class Action Research ) sebanyak dua siklus kemudian pengolahan data dengan menggunakan metoda kualitatif. Dengan pengolahan dan analisis data ditemukan bahwa dengan metoda permainan teka teki silang, minat belajar siswa meningkat dan tidak menjemukan . Dalam hal ini pembelajaran tidak terpusat lagi pada guru, akan tetapi siswa sudah bisa belajar sendiri atau berkelompok.
PTK Pendekatan Jigsaw
Masri, S. Pd, 07011657014, Upaya peningkatan hasil belajar IPS melalui pendekatan Cooperative Learning model Jigsaw kelas V SD Islam Teladan Panglima Besar Soedirman Jakarta, Pendidikan Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui jalur pendidikan, FKIP UHAMKA Jakarta 2008
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses dan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, untuk mengetahui apakah dengan pendekatan cooperative learning model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPS.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom Action Research) dengan 2 siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.
Dari hasil pengumpulan, pengolahan dan analisis data secara kualitatif ditemukan bahwa dengan cooperative learning model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Sebelum diberikan tindakan skor nilai siswa adalah 74,9. Setelah diberikan tindakan meningkat sebanyak 4,6 poin menjadi 79,5. Sedangkan pada siklus pertama dan kedua meningkat dari 79,5 menjadi 81,3 dan 83,7. Sedangkan di akhir siklus ke dua, skor siswa mencapai 86,9. Dengan cooperative learning model jigsaw juga dapat meningkatkan kreatifitas dan aktifitas siswa. Dari 29 sampel penelitian, 90 % menyukai pendekatan cooperative learning model jigsaw, 83 % dapat mengikuti dinamika kelompok, 83 % dapat memahami materi pelajaran dengan baik. Pembelajaran bukan lagi bersifat guru sentris tapi beralih kepada siswa sentris. Dengan cooperative learning model Jigsaw, pembelajaran lebih bermakna dan potensi yang dimiliki siswa dapat dikembangkan. Sisi lain dari pendekatan cooperative learning model jigsaw adalah nilai-nilai pluralisme seperti etnis, agama, jender dan budaya dapat dipahami oleh siswa sejak dini dan hal ini sangat tepat jika pembelajaran IPS dilaksanakan dengan pendekatan cooperative learning model jigsaw untuk menjawab tantangan masa depan yang makin kompleks.
Kamis, 22 April 2010
Keunikan Perkalian dengan 9
Contoh:
7 X 9 = 70 - 7 = 63
13 X 9 = 130 - 13 = 120 - 3 = 117
258 X 9 = 2580 - 258 = 2380 - 58 = 2330 - 8 = 2322
Perkalian dengan angka 99
---------------------------------------
Rumusnya: A X 99 = A00 - A
Contoh:
7 X 99 = 700 - 7 = 693
13 X 99 = 1300 - 13 = 1287
258 X 99 = 25542
Selanjutnya dapat dikembangkan untuk perkalian dengan angka 999, 9999 ...dst
Semoga membantu
http://ruangpikir.multiply.com/journal/item/106/Perkalian_dengan_angka_9_99_999_sangat_mudah
Rabu, 31 Maret 2010
OSN ke-9 tahun 2010 diselenggarakan di Medan

Jakarta (Mandikdasmen): Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke IX pada tahun 2010 akan diselenggarakan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Demikian salah satu butir sambutan Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Sesditjen Mandikdasmen), Dr. Bambang Indriyanto, pada acara penutupan OSN di Hall C2 Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat (Sabtu, 8 Agustus 2009).
Bambang Indriyanto menyampaikan hal tersebut, sebelum mengumumkan juara umum OSN ke delapan yang dimenangkan oleh Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Drs Bahrumsyah MM., yang datang mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Utara, mengatakan bahwa segenap stake holder pendidikan dan Pemerintah Daeran Provinsi Sumatera Utara telah siap menyelenggarkan dan menyambut peserta OSN ke IX, di Kota Medan.
“Sayonara Jakarta, selamat datang peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun depan di Sumatera Utara, Medan,” kata Bahrumsyah dalam sambutannya, setelah menerima Panji OSN dari Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen), Prof Suyanto Ph. D.*
Sumber: web mandikdasmen.depdiknas
Selasa, 09 Maret 2010
Seleksi Pra OSN SD Negeri 01 Campago Ipuh



Bukittinggi, 10 Maret 2010.
Setelah melalui beberapa kali tahapan seleksi Pra OSN tingkat SD Negeri 01 Campago Ipuh, Pada hari Senin 8 Maret 2010 terpilih 6 orang siswa terbaik yaitu Rifqi, Nada, Indah, nadya, Tarra dan Nisya. Untuk kategori Sains, peraih nilai terbaik adalah Nadya Fauziah, Nada Adriantoni dan Aulia Tarra nazifa. Sedangkan kategori matematika adalah Rifqi Ridha putra, Indah Kemala maharani dan Nisya Anggraini.
Seleksi yang dilaksanakan secara marathon semenjak awal februari lalu memang terasa agak berat bagi peserta, akan tetapi semangat untuk maju tetap terpancar di raut wajah mereka. Apalagi motivasi yang diberikan oleh pembinan OSN, Masri, S. Pd juga cukup efektif untuk mendongkrak semangat mereka.
Pada hari Rabu, 10 Maret 2010 diadakan kembali seleksi untuk memilih siswa terbaik untuk masing-masing kategori. Sesuai dengan petunjuk teknis dari Kasi Kurikulum Dikbudora, bahwa untuk kategori sekolah kecil diwakili oleh 1 orang, sekolah sedang 2 orang dan sekolah besar 3 orang untuk masing-masing kategori.
Dengan persiapan yang lebih dini ini. semoga prestasi tingkat nasional yang pernah diraih oleh kota Bukittinggi pada tahun 2009 lalu, yang diwakili oleh Amelia, dari SD Negeri 04 Birugo, peraih medali Perunggu Nasional, dapat diraih kembali.
Rabu, 17 Februari 2010
Pembelajaran yang menyenangkan perlu dukungan kelas yang nyaman

Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.


